About Me :)

Foto saya
Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
enthusiastic planner idealist observer adabtable easy going perfectionist melancholic
Tampilkan postingan dengan label Tentang Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Dunia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Agustus 2019

Honestly At Work

Pada udara kering yang memperparah rasa ingin bermalas-malasan, dia merutuki berbagai keputusan yang masih membuatnya ragu dan kadang ingin berhenti saja. Berhenti dari banyak hal. Tidak, berhenti dari hampir semua hal yang pada saat ini melingkupinya.

Dia merasa ada yang tidak benar saat ini, ada yang tidak seharusnya begini. Seorang teman baik pernah mengingatkannya, hidup tidak seharusnya sesulit ini, tidak seharusnya sepelik yang mereka rasakan sedang mereka hadapi. Lagipula, namanya hidup. Maka harus dijalani, tidak bisa dilewati begitu saja, tentu.

Dia ingin menyetujui, ingin menghempaskan saja segala sesuatu yang terpaut padanya dan dunianya, kemudian hidup seperti aliran air sungai. Sayangnya, tidak semudah itu. Banyak hal yang harus kembali dipikirkannya, dibuatnya, dirutukinya, dan akan terus berulang mungkin saja.

Sepertinya ia butuh rehat, tapi tidak ada yang namanya rehat dari kehidupan, kan?
Kadang, dia merasa tidak paham pada apa yang berkali-kali sudah dikuasainya. Dia yang tidak pernah mau berserah pada satu kemungkinan saja, ada banyak sekali nilai yang dilekatkan padanya bahkan tanpa ia berkata mengiyakan.

Lalu belum lagi dia harus mempertimbangkan banyak pihak yang tidak pernah tahu atau tidak pernah mau tahu kalau banyak nilai yang tidak bisa disamakan.
Dia kemudian merasa lelah.

Senin, 04 Desember 2017

hold on, EVERYONE IS ANXIOUS.

Kenyataannya, hidup memang akan selalu dihadapkan pada masalah. Sesuai janji Tuhan-ku, tidak ada masalah yang tidak selesai. Dan tidak ada masalah yang melebihi kemampuan kita. He designed it already.
Sebagai manusia, yang adalah makhluk sosial, kita disediakan pilihan untuk berbagi. Berbagi hal apapun. Termasuk masalah. Beban, paranoid, ketakutan, apapun itu bentuknya. Disebut pilihan karena kita bisa melakukannya atau mengabaikannya saja.

Aku pengen cerita. 

Aku ngga punya pengetahuan yang begitu dalam tentang kesehatan, apalagi kesehatan mental. Tapi setidaknya i'm always open to new things, basically everything. I love to learn.
Aku ngga begitu yakin apa memang state of mental punya hubungan dengan fase hidup dan usia. Tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda di usia 21 tahun ini. Kalau menurutku, aku jadi lebih lemah. Fragile, bisa dibilang.
Aku sedang dalam fase menyelesaikan studi S1. Skripsiku sudah selesai, sudah sejak akhir Agustus. Aku sudah mendapatkan tanda tangan persetujuan dari dosen pembimbing 1-ku pada awal September. Seperti yang kita tahu, kalau sudah ada tanda tangan itu, kamu bisa sidang skripsi, lalu mendapatkan gelar, lalu wisuda, dan lulus dari pendidikanmu di kuliah.
Di jurusanku, masing-masing mendapatkan 2 orang dosen pembimbing. Nah, aku belum mendapatkan tanda tangan persetujuan untuk sidang itu dari dosen pembimbing 2-ku hingga saat ini.
Aku mungkin tahu apa yang ada di pikiranmu saat membaca ini. Mungkin juga tidak.

Singkat cerita, saat itu aku merasa benar-benar lelah. Bukan physically, tentunya. Aku di kamar kos temanku dan sudah siap-siap mau me time. (Ngomong-ngomong soal me time, percayalah guys, kalian membutuhkannya, sangat.) Aku ingin berangkat jam 12 tapi at the time masih jam 11.15. Aku ingat sekali karena aku terbiasa ngecek jam lebih sering kalau mau bepergian.
Saat sedang bersantai menunggu waktu, pandanganku jatuh ke map yang isinya draft skripsiku. Aku membukanya, membacanya sekilas. Ada perasaan aneh yang terasa.
Dadaku sesak. Sesak sekali. Pertama kalinya aku merasakan seperti itu. Air mataku mengalir. Perlahan lalu makin deras, aku terisak. Dadaku makin sakit. Aku menangis lebih keras.
Terus aku ngaca. Ngga ada pikiran apapun yang ada di benakku pada saat di hadapan cermin itu selain menyalahkan dan merutuki diriku sendiri. Berbagai pikiran buruk masuk dengan mudah dan aku melampiaskan semuanya ke diriku sendiri.
Aku ingin berhenti nangis karena rasanya ngga enak, tapi aku ngga belum bisa. (Aturan nomor satu untuk deal with your mellow-pessimist-dramatic ass, jangan pernah bilang tidak. Kita bisa lakuin apapun). Terus aku duduk supaya bisa lebih tenang. Aku nangis. Aku biarin air mataku ngalir sebanyak yang bisa melegakan.
Jam 11.50, aku berhenti nangis. Sesak napasnya berhenti. Berhenti begitu saja. Rasanya masih berat tapi sedikit lebih plong dari sebelum nangis. Aku cuci muka, siap-siap lagi, kemudian lanjut berangkat me time.

Pada saat itu, aku punya beberapa pilihan. Aku bisa membatalkan apapun itu rencana yang sudah kususun dan tidur saja menenangkan diri. Atau aku bisa membatalkan dan pergi ke kos temanku yang ada dia di sana dan bisa ngobrol dengannya. Atau aku bisa langsung saja pulang ke kotaku, ke rumahku. Dan beberapa pilihan lainnya.
Aku memilih melepaskan semuanya, beban atau pressure atau apapun itu yang kurasakan saat menyentuh skripsi, aku memilih meluapkannya pada tangisan lalu kemudian berdamai dan move on.
Aku ngga bilang apa yang aku lakukan itu yang terbaik. Kalian selalu punya pilihan. Selalu. Please, nangis kejer sendirian selama hampir satu jam itu aneh banget. Tapi at least aku tahu cara berkomunikasi dengan diriku.
Aku tahu apa yang kubutuhkan dan aku bisa memilih. Karena setelah itu aku senang banget. Aku ke mall, lalu cuci mata lihat-lihat baju-baju dan sweater yang lucu-lucu, nonton sendirian di bioskop dan discovered film Indonesia kesukaanku untuk tahun ini, aku pulang ke kos temanku dengan santai, mengendarai motor dengan senyuman.

SRSLY guys, everybody has their own anxiety. Everyone got their own problem. Ngga ada yang lebih berat, lebih menyedihkan, lebih menderita. Yang namanya masalah ya masalah. Muncul as ujian buat kita sebagai manusia. Aku cuma mau bilang bahwa kita pasti tahu paling baik tentang diri kita sendiri, apa yang kita mau dan apa yang kita butuh.
It's super okay to grieve, it's okay to be sad, but everything has it's time. Kita semua cuma perlu latihan lebih banyak untuk tahu batas :)

Rabu, 30 Agustus 2017

how this DAMN SPARE TIME affects me

beberapa hari belakangan gue menyadari gue menjadi iqna yang super cranky dan a little annoying, maybe.
gue gampang banget kesel dan ngomel-ngomel which is ngga gue banget.
postingan kali ini sepertinya murni curhatan gue (hlh kaya yg lain nda saja). pertama, gue heran kenapa ada yang nyaman ngomong nyelekit-nyelekit. kaya suaranya ketahan jadi pas ngomong dengan nada tinggi, jadinya super ngga enak buat didengar. hope you know what i mean. kedua, apa susahnya meletakkan sesuatu pada tempatnya apa, guys, apa? ini bikin gue sangat murka. seurakan apapun i could become, at least untuk hal yg di-bold itu gue tidak pernah luput. gue aja bisa kesal kalau liat sound volume di laptop ngga genap 50% atau 100%, apalagi ngeliat tumpukan celana ditaro di tumpukan baju. grrr for god's sake. ketiga, menutup pintu. pintu apapun itu (iya, termasuk hati). apa susahnya menutup pintu rumah di saat mau ke halaman? apa susahnya menutup dan mengunci pintu lemari setelah selesai ngambil baju? apa susahnya nutup pintu kamar kalau mau tidur? APA? APA? keempat, minta pake kata tolong. hell, is this thing bloody hard to do? apapun yang ingin anda semua lakukan tapi tida bisa (wajar, karena manusia tida bisa melakukan semua hal sendirian) bukankah anda butuh bantuan orang lain? bukankah anda bisa meminta dengan menggunakan kata tolong? dan espescially buat orang seperti gue dan orang-orang lainnya yang sangat sangat susah untuk bilang tidak pas dimintain tolong, hal ini tuh bikin sedih. so please guys, apapun itu, "tolong" adala koentji! keenam, dan seterusnya btw gue lupa. kalau ngga salah tadi di kamar mandi gue list bisa sampe ada 9 apa 10 gitu. tapi yaa terkadang ide brilliant itu stay di tempat kita mendapatkannya. sekian.
semoga cranky gue segera berkurang. apalagi 2 hari lagi lebaran! uyeeaaaa. daging everywhere~~
Selamat Idul Adha, bagi yang merayakan!

Jumat, 11 Agustus 2017

Kontemplasi: Batal tapi Jadi

hujan turun sangat deras di kotaku. hujan pertama sejak hampir seminggu sudah aku di sini. hujan selalu sukses memunculkan berbagai perasaan bagiku. hujan deras kali ini sesaat membuatku ingin berkontemplasi tapi sedetik kemudian kuurungkan karena terdengar cukup berat dan lumayan sok. aku tidak ingin membuat diriku terdengar seperti salah seorang teman lama yang lagaknya seperti paling tahu dunia.
aku selalu cinta hujan di kotaku. sebenarnya sejauh ini aku cinta hujan di kota manapun yang pernah kudatangi kecuali kota tempatku menuntut ilmu. bukan cuma hujan yang tidak kusuka di sana tapi hampir semua hal. hahaha. kalau kujelaskan mengenai kota "singgah"ku selama hampir 4 tahun itu, terlalu panjang rasanya.
aku punya banyak kenangan saat hujan dengan orang-orang yang kusayang pada situasi yang berbeda-beda. ada yang sendu dan tentu saja memicu rindu. karena aku suka hujan, tentu saja elemen yang paling kusuka di dunia ini adalah air. tapi aku masih tidak bisa berenang hingga saat ini karena takut dan tidak pernah fokus belajar supaya bisa.
beberapa hari ini, aku menghabiskan waktuku di rumah dengan membaca artikel di internet. artikel dari berbagai media online baik dengan tema lucu hingga politik. tetap saja artikel yang paling menarik bagiku kalau bukan sejarah, ya tentang isu kesetaraan.
sejak aku jadi mahasiswa, lalu belajar soal ideologi, filsafat, paham, dan berbagai hal menyangkut cara pandang dan pola pikir dalam menjalani hidup itu, aku tidak pernah tidak tertarik pada yang namanya kesetaraan.
dari kecil, aku memang hobinya bersosialisasi, kenal dengan orang-orang baru, make friends as many as i could. aku cukup percaya diri melabeli diriku 'people' person. pelajaran kesukaanku dari dulu saja biologi. hahaha. tapi hanya bagian yang membahas tentang manusia (apalagi sistem reproduksi). aku tidak suka hewan.
bicara soal kesetaraan, secara umum biasanya ini menyangkut hak asasi manusia dan gender. masalah yang akhir-akhir ini cukup dilirik apalagi bagian gendernya.
artikel-artikel yang kubaca soal kesetaraan itu pada umumnya punya goals persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam segala hal; hak, kewajiban, peran, intinya kebebasan mereka memilih melakukan hal tanpa harus mengacu pada jenis kelamin. hal ini sampai detik ini, jujur saja masih membuatku bingung. karena menurutku pembahasan ini sangat mungkin akan jadi bias.
kenapa? here's what i thought.
gender role diciptakan sebagai sebuah aturan, yang artinya ada untuk mengikat. nah, di saat hal itu didobrak dan ingin diubah, tentu impact-nya akan menyebar pada segala hal. dalam konteks hidup di Indonesia, kita mengenal yang namanya hukum, agama, budaya, adat istiadat, kebiasaan, kelas, status, dan strata. setiap hal tersebut terbentuk turun temurun dan ikut membentuk manusia itu sendiri. saat belajar sosiologi dulu di SMA, aku ingat pernah ada debat soal budaya. dan kesimpulan yang didapatkan adalah manusia pada awal hidup di dunia membentuk kebiasaan kemudian budaya. namun dengan perkembangan manusia, budaya kemudian ikut membentuk manusia itu sendiri. jadi di sini ada hubungan saling membentuk dan mempengaruhi. nah, di saat hari ini isu kesetaraan mengarah pada sudah tidak sesuainya komponen-komponen yang membentuk masyarakat kita tadi, lalu kita akan berpegang pada apa?
...
(to be continued)

Jumat, 08 Juli 2016

Belum Tau

"grow up they said, it'll be great they said"

sebagai manusia normal, gue juga ngerasain kepengen buru-buru tumbuh, berkembang, besar, dewasa. sekarang gue sedang menghitung hari menuju 'kepala dua' kalo kata orang Indonesia, 6 hari lagi umur gue 20 tahun.
the perks of being twenty? bukan. gue bukan mau ngebahas itu. tulisan kali ini sepertinya murni curahan hati gue soal gue. tentangku, kalo kata label blognya.
jadi dewasa ternyata bener-bener ga seenak dan seseru yang gue impikan dan orang-orang bilang.
ternyata, seiring dengan kita tumbuh, seluruh hal di semesta ini ikut tumbuh tanpa terkecuali, masalah juga ikut tumbuh, and that's what matter now.
kalo kata salah seorang filusuf favorit gue, 'semakin kita tau, semakin kita tidak tau'. ini bener banget. why?
semakin kalian paham dengan situasi, kondisi, lingkungan, orang-orang di dalamnya, semakin banyak kalian bakal bertanya dan bertanya. well, kalo kalian engga, at least itu yang gue rasain.
semakin kalian mengerti, merasakan, ikut melakoni, semakin kalian bakal berontak, banyak hal yang menurut kalian ga sesuai. ga sesuai emang relatif, tapi dari pemikiran kalian pada saat itu, berdasarkan keseluruhan pengetahuan dan pengalaman yang kalian miliki pada saat itu, things often feels wrong.
mungkin gue menggunakan kata kalian sebagai manipulasi perasaan gue sendiri yang terlalu gengsi buat mengakui.
saat kalian bagian dari lingkungan, kalian bagian dari sebuah masyarakat, kalian bagian dari sebuah keluarga, kalian punya sesuatu yang namanya attachment, ikatan.
sebagai orang yang punya akal, kalian tentu aja bisa membandingkan hal, bisa menilai, bisa menentukan pilihan.
saat kalian mulai dewasa, pilihan-pilihan itu bertambah banyak yang entah datangnya dari mana, ikatan-ikatan itupun berbanding lurus.
saat kalian bicara tentang pilihan dan ikatan, kalian bicara tentang tekanan dan pengorbanan. kalian bicara tentang tanggung jawab. kalian bicara tentang how things suppossed to work. kalian bicara tentang masa depan.
saat kalian tau, kalian pasti mengenal protes, kalian pasti mengenal kritik. saat kalian lakukan yang namanya protes, kritik, saran, bantahan, kalian dapet yang namanya konflik, kesal, marah, dendam, kecewa, sedih.
ternyata, semakin kalian disebut dewasa, semakin kalian bakal ngerasain segalanya lebih banyak dari biasanya.
ternyata saat kalian pun akhirnya sadar kalian dewasa dan berhak ikut, berhak diperhitungkan, berhak memilih, berhak mengiyakan dan menidakkan, kalian kemudian paham rasanya sakit dan bahagia.
saat kalian ga terima, kalian ga mungkin diem aja. karena kalian sudah paham, sudah mengerti, sudah tau rasanya. tapi kemudian ada hal-hal yang harus kalian terima mau tidak mau, tanpa peduli sakit atau bahagia. atau mungkin saja sesak.
ada hal-hal yang kemudian akan tetap kalian pertanyakan karena jawabannya ternyata butuh jalan panjang.
ada hal-hal yang terasa sakit, terima atau tidak, harus kalian jalani.
ada hal-hal yang terasa tidak adil, tapi adil bagi selain dari kalian.
semoga saja gue bisa tetap sembuh meski sudah luka berkali-kali.

Senin, 07 Desember 2015

Ngerreeey (red: ngeri)

kita hidup di jaman di mana ruang privasi sudah semakin mengecil, sehingga siapa saja bisa tau kehidupan pribadi siapa saja.
sejak ada yg namanya media sosial, banyak yang berubah, terlalu banyak. perubahan yang diterima-terima saja itu, sekarang mulai terpikir agak lebih sering dari biasanya olehku.
bagaimana jadinya perkembangan sosial dan psikis remaja yang intens berinteraksi di media sosial?
remaja yg kumaksud adalah manusia baik perempuan, lelaki, ataupun yang masih ragu dengan keperempuanan atau kelelakiannya, yang berumur 13 sampai 18 tahun. karena di Indonesia rata-rata perkembangan manusia mencari, menemukan, dan menentukan jati dirinya yaa di umur segitu.
nulis seperti ini lebih kepada curhat buatku sebenarnya. karena barusan habis mengamati salah satu media sosial yang isinya saat ini kebanyakan manusia kelas 6 SD hingga 2 SMA.
mereka dapat hujatan setiap saat di media sosial, di umur segitu apa mereka tahan? walaupun itu cuma kata2 yang mereka tidak tahu datang dari siapa dan tujuannya apa, tidakkah hati mereka luka membacanya?
aku saja miris, padahal bukan aku yang dihujat begitu.
sejak kapan manusia seumur segitu yang sama2 dalam masa pertumbuhan bisa melakukan pembunuhan karakter secara tidak langsung?
semoga para manusia yang menurut pandanganku masih muda itu hatinya sudah kuat menerima semua hal yang terjadi saat interaksi mereka di dunia maya. semoga perkembangan mereka yang menurut pandanganku sepertinya dipengaruhi sangat besar oleh media sosial tetap baik-baik saja dan tidak terganggu. semoga mereka lambat laun tahu menghujat itu tidak pantas mereka lakukan, karena yang menciptakan mereka saja toh tidak pernah begitu?
semoga selalu sehat fisik dan hati, semoga selalu berprestasi yaa manusia-manusia muda yang jalannya masih sangat panjang, termasuk aku.
ternyata bukan cuma politik yang seperti pedang bermata dua.
kalau kata orang Minang, kamari bedo.

Minggu, 03 Mei 2015

Hal Termahal Di Dunia

did you guys knew apasih hal yang paling mahal di dunia saat ini?
bukan, bukan benda apapun yang dikarenakan harga BBM di negara kita yang naik terus turun terus naik lagi. absolutely bukan itu.
in my view, actually the "thing" is trust and appreciation.
agree with me, anyone? feel like wanna raise your hand? or your middle finger, probably? *ups never mind
perhaps me, personally is just being too emotional lately, get angry too easily, feel annoyed everytime, feel (what we call 'lameh' in English?) everyday.
menurut gue sih itu ga sepenuhnya bisa ditimpakan kesalahan pada perasaan dan pikiran gue. pasti ada alasan yang worth it lah yaa yang bikin gue jadi "menuju stress" berada pada tahap maksimal kemuakan seseorang terhadap dunia. lebay hahaha
balik ke pokok permasalahan mengenai hal-hal mahal di awal tadi, mari kita bahas menurut opini gue.
trust and appreciation. dua hal ini bakal saling terkait ya, makanya gue ga misahin masing-masingnya. kenapa gue bilang hal ini adalah hal termahal di dunia? karena pada jaman serba canggih seperti sekarang ini, justru rasa percaya itulah yang sudah terkikis. beberapa orang yang punya potensi dan kapabilitas, seringkali tidak mendapatkan kepercayaan yang memadai untuk mengembangkan apa yang mereka punya tersebut. bagaimana bisa mereka mendevelop potensi yang mereka miliki kalau seluruh elemen yang akan terkait pada proses pendevelopan diri mereka bahkan tidak punya secuil pun keyakinan terhadap mereka?
sekarang dengan sudut pandang yang satunya, di saat ada orang yang "belum" memiliki kapabilitas, tapi punya niat, dan yang terpentinggggggg, kepedulian.
bagaimana dengan para orang ini? mereka berusaha sekuat tenaga untuk menchallenge diri mereka sampai ke limit yang mereka mampu, untuk memperlihatkan eksistensi dan juga meyakinkan diri mereka sendiri kalau mereka tidak seburuk yang mereka pikirkan. you know what guys? ga semua orang bisa dengan dada yang busung dan kepala yang tegak mengatakan kalau mereka baik, percaya diri itu merupakan hal paling langka bagi sebagian orang.
nah di saat si niat dan kepedulian ini ternyata tidak diapresiasi dengan baik, dengan pantas, dan ternyata malah dimanfaatkan, you know what will happen? orang yang punya niat dan kepedulian ini berubah jadi si apatis. niat yang dia punya, masih untung kalau ada sisanya, nah kalau dibuang ke laut sama doi terus dimakan ikan hiu? nah jadilah sebuah pembunuhan karakter di sini, yang secara tidak langsung, mematikan potensi-potensi berharga yang cuma satu-satunya.
kenapa gue bilang cuma satu-satunya? because every person shine beautifully in their own light :')

udah ah gue capek, banyak sih yang masih mau disampein, hehe tapi kapan2 aja. kalo udah ada niat ngetik lagi. daaa daaa

Rabu, 15 April 2015

Hari Ini, di Jurusan Komunikasi

Sudah lama gue ga nulis tentang sesuatu yang serius. Sesuatu yang menyangkut ideologi, misalnya? Atau prinsip hidup? Atau attitude?
Hari ini ada satu hal yang gue pelajari.
Hidup itu tentang kepentingan. For sure.
Konteksnya di sini adalah, orang yang hidup dengan tidak mengagungkan kepentingannya sebagai sesuatu yang benar-benar penting, berarti belum benar-benar hidup.
Gue lagi suka boros. Termasuk sama perbendaharaan kata-kata. Ya ga papalah sekali-sekali. Ini juga bagian dari penegasan.
What i wanna deliver to you is, gue sedikit kecewa dengan apa yang gue temukan hari ini. Tentang beberapa pribadi yang hanya bisa menghakimi tanpa menyelami.
Tentang mereka yang berteriak ingin tapi tak bersaing.
Jujur, gue bisa dibilang adalah orang yang dominant. Tipe talkative dan argumentative. In a good way yaa.
Gue bukan orang yang mengejar nama dan pengakuan. Meskipun secara logika dan naluriah yang namanya manusia pasti selalu butuh pengakuan.
Buat gue, saat gue mengerjakan suatu hal dengan ikhlas dan passionate, bener-bener dari hati, puasnya udah bakal ngalir sendiri. Don't need any additional stuffs behind.
Dan seperti yang gue tulis di bagian header blog dan selalu gue gembar gemborkan, "i'm a crystal clear. At all". Apa yang kalian lihat, apa yang gue sampaikan, utarakan, bahasakan, ya itu gue. Gue ga pernah memanipulasi diri, i hate fake peoples, definitely. Nah tapiiiiiiiii, kenapa orang-orang tetap saja kadang salah mengartikan si kecil imut (ngahahaha) ini? Dan lebih sering salahnya daripada get me right nya :( umumumu
Satu lagi, mereka mainnya ga fair, keroyokan, perang dingin, gencatan senjata, intervensi, propaganda -______-
Udah ah gue capek.
Inti dari semua tulisan gue di halaman ini sih cuma satu, kalo ada yg ga berkenan, monggo bilang~ Kalo mau dapet posisi wes silahkan~ kalo mau bersaing yaa ayok~ tapi jangan main belakang. Busuk. Ga kece ah. hehehe.

Sekian.


Jumat, 21 November 2014

What We Call "MAKRAB" in English?

sitting alone in the corner of the grand floor of my university's library in the middle of the day, this Friday!
why i always sit in the corner? because that's the best place
where no one can bother you for ask some movement or whatever and of courseeee you can sit right to the wall~ wall is always a nice friend, if wall could talks~ *forget that
so today i plan to finish all the deadline :""
but as you all know plan isn't always go straight, sometimes left, sometimes right, sometimes turn around
and ya, i did that,
creating some articles and writing some essay, but it gets me bored faster than i ever thought -_-
heyyy i just saw a dragonfly besides me just now :D
hahaha there's always a good things to make us laugh, or me, laugh
well,
after this i have a meeting with my department at 3 pm (no come late!)
and after that i willi come to "COMMNITE 2" syalalalala
commnite is a title for my major events, it's like gather in a place to have some games, meals, sharing session, and absolutely bonfire!
in Indonesia we call it MAKRAB an abbreviation from Malam Keakraban.
but i don't know what we might be called that in English, like a camp? because there's a camp fire?
but this is not a camp.
this event is held this night at 7 until tomorrow morning maybe around 7 too.
hope this event will be memorable and successful and unforgatable and many ables more =))
it's time to prepare for meeting~~
c ya

yeaayy! COMMNITE hot to goooooo

Minggu, 27 November 2011

For U, gals ;)


Tidak semua wanita menggunakan airmata untuk membuat orang lain merasa bersalah. Karena terkadang wanita hanya tak tahu cara untuk melampiaskan perasaannya.
  wanita adalah makhluk Tuhan yang halus perasaannya, wanita tomboy pun pasti punya sisi lembut.
  ketika wanita diam, seribu hal sedang berlarian dalam benaknya. bukan berarti wanita acuh dan tak peduli, karena terkadang kebisuannya adalah pengungkapan menyiksa.
  airmata bukanlah tanda kelemahan wanita. karena terkadang di sanalah letak sejuta kekuatan untuk bertahan. terkadang airmata dan hati seakan punya kontrol sendiri dalam diri wanita, bukan maksud menolak logika.
  wanita .. terkadang dianggap lemah, manja, egois. tapi ketahuilah, yakinilah, wanita adalah penghias dunia yang sepi, pewarna dunia yang kelabu, rahasia kekuatan dunia, ada padanya . . O:)