About Me :)
- Iqna Syuhada Putri
- Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
- enthusiastic planner idealist observer adabtable easy going perfectionist melancholic
Kamis, 08 Agustus 2019
Honestly At Work
Dia merasa ada yang tidak benar saat ini, ada yang tidak seharusnya begini. Seorang teman baik pernah mengingatkannya, hidup tidak seharusnya sesulit ini, tidak seharusnya sepelik yang mereka rasakan sedang mereka hadapi. Lagipula, namanya hidup. Maka harus dijalani, tidak bisa dilewati begitu saja, tentu.
Dia ingin menyetujui, ingin menghempaskan saja segala sesuatu yang terpaut padanya dan dunianya, kemudian hidup seperti aliran air sungai. Sayangnya, tidak semudah itu. Banyak hal yang harus kembali dipikirkannya, dibuatnya, dirutukinya, dan akan terus berulang mungkin saja.
Sepertinya ia butuh rehat, tapi tidak ada yang namanya rehat dari kehidupan, kan?
Kadang, dia merasa tidak paham pada apa yang berkali-kali sudah dikuasainya. Dia yang tidak pernah mau berserah pada satu kemungkinan saja, ada banyak sekali nilai yang dilekatkan padanya bahkan tanpa ia berkata mengiyakan.
Lalu belum lagi dia harus mempertimbangkan banyak pihak yang tidak pernah tahu atau tidak pernah mau tahu kalau banyak nilai yang tidak bisa disamakan.
Dia kemudian merasa lelah.
Selasa, 19 Maret 2019
Been a While!
Aku tidak bisa bilang kalau Kuala Lumpur sangat indah sampai aku ingin bertahan lama, karena hatiku masih saja seringkali ingin dibawa pulang ke kampung halaman.
Aku masih belum menstruasi, which is mengganggu pikiranku karena bulan lalu di tanggal 14. Seminggu belakangan aku sudah menangis cukup sering, itu salah satu penyebabnya.
My hormones could fuck me up easily at this time of days.
Aku memang seperti itu, kalau PMS aku bisa nangis seharian, bahkan hanya karena hal-hal kecil dan sederhana mungkin, seperti Jonathan yang terlalu tampan di episode Queer Eye yang sedang kutonton, misalnnya.
Aku sedang bingung, ragu memutuskan untuk tidur lagi atau mau beres-beres saja untuk berangkat kerja.
Tapi aku juga sakit perut, tidak tahu karena alasan yang mana, yang jelas rasanya malas sekali.
Di samping semuanya, akhirnya aku malah memutuskan menulis di sini ngalor-ngidul.
Sudah lama sekali rasanya aku tidak membebaskan jari-jariku menulis seperti ini.
Tanpa konsep, tanpa rencana, tanpa aturan, hanya menulis saja karena malas dealing dengan sakit perut dan berbagai hal lainnya. hahaha.
Aku harus lebih rajin menulis, sih. Ini jelas-jelas sangat membantuku rileks dan lebih zen.
Sekarang aku selalu pakai kata zen supaya bisa lebih chill menjalani hidup yang cukup keras di bisnis yang dimiliki perusahaan yang mempekerjankanku di Kuala Lumpur ini.
Hidup memang penuh dengan banyak surprise.
Untukmu, sincerely.
"sepertinya lucu adalah aku yang memandangi gambarmu dalam ragu"
Ternyata masih punya kemampuan untuk menulis kalimat-kalimat sendu. Aku kemudian memutuskan meletakkannya dulu di Twitter karena aku tahu akan segera lupa.
Kalimat itu hadir setelah melihat fotomu, memicuku sangat kuat mengomentarinya, tapi tidak kulakukan karena satu dan banyak alasan lainnya.
Salah satunya, karena aku masih merasa kamu belum benar-benar bilang apa yang kamu rasa waktu aku bertanya terakhir kali.
Aku masih belum sepenuhnya menerima bagaimana kita berakhir dengan tidak cukup baik-baik saja, tapi masih selalu mencoba.
Aku bukannya tidak merelakanmu. Hanya saja, bagaimana kita berawal terlalu jauh dari bagaimana saat ini berjalan.
Aku rasa kamu menganggapku sangat egois, kamu mungkin lelah denganku yang tidak semahirmu dalam menggunakan kata-kata untuk segala penjelasan.
Aku hanya ingin kamu tahu, aku masih dan akan selalu mendoakan segala kebaikan untukmu, insya Allah, apa pun yang terjadi.
Meskipun banyak kalimatku sudah kuberikan padamu di hari itu, kamu harus tahu masih ada begitu banyak wujudnya yang belum terjamah tangan dan matamu.
Semoga, akan ada hari di mana kita bisa duduk berdua, minum kopi, mendengarkan Sisir Tanah atau Fourtwnty, sambil bercerita tentang apa saja yang kita lewatkan kala berjauhan, setelah tak saling menyapa dan bertatap muka.
Sehat-sehatlah selalu, Da.
Sabtu, 12 Mei 2018
Masih
aku baru saja berencana mengirim pesan padamu. sudah selesai kuketik, kemudian kuhapus semua.
tidak jadi.
aku tidak tahu kenapa harus tidak jadi dikirim tapi aku melakukannya. kamu tahu tidak, banyak yang aku tidak tahu menyangkut kamu tapi tetap saja kulakukan?
tentang sosokmu juga masih banyak rasanya yang tidak kutahu. tapi toh aku sudah jatuh cinta.
aku juga tidak tahu kenapa bisa.
tadi ada yang mengirimiku gambarmu. di sana matamu terpejam. mungkin tidak sengaja. karena yang mengambil juga tidak ijin terlebih dahulu padamu, kurasa.
aku tentu saja senang melihat dan mengetahui gambar sosokmu yang terbaru, tapi aku tidak suka rinduku diusik lagi.
rasanya aneh sekali. karena aku rasa kamu tidak pernah ada masalah dengan itu. tapi aku justru tidak suka.
aku ingin kamu mengerti dan melakukan. tapi kita sedang ada di situasi dimana membuatmu mengerti saja sepertinya akan sulit dan lama.
aku sangat ingin mendengar suaramu saat ini. juga melihat wajahmu. bukan dari kiriman orang lain. aku ingin melihat wajahmu sekaligus mendengar suaramu.
aku rindu sekali.
aku ingin dengar tentang harimu. tentang semua yang kamu alami selagi jauh dariku.
aku ingin menyampaikan juga tentang hariku selama jauh darimu. kamu tahu? ini tidak enak.
kamu tidak di sini. tidak ada di dalam apa yang ingin kusampaikan.
walaupun sebenarnya wajar, karena kalau kamu ada di sini dan melengkapi apa yang ingin kusampaikan, tentu saja aku tidak perlu menyampaikannya padamu lagi.
aku bingung harus bagaimana.
banyak ragu yang singgah bergantian sejak kamu di sana.
aku hanya ingin tidak sesulit ini untuk bertahan.
kamu akan bagaimana ya, kalau aku bilang aku sudah tidak tahan?
aku sepertinya benar-benar akan kembali mengetik pesan itu untukmu lalu mengirimnya.
apa akan langsung kamu balas? atau kamu akan langsung menelponku? atau kamu tidak mau balas lalu melanjutkan mengabaikanku meskipun kamupun sudah tidak karuan menahan rindu?
kita ini sebenarnya sedang apa?
tolong beritahu aku karena rasanya semakin buram saja.
Senin, 07 Mei 2018
Rindu
waktu itu, kamu masih kemungkinan dengan banyak kata tidak. aku tidak pernah menyangka kemudian berbagai kisahku diisi paling banyak oleh sosokmu.
aku masih ingat bagaimana bingung dan tanyaku muncul padamu yang tiba-tiba di hadapanku. tapi bingung dan tanya tidak bertahan lama karena dengan segera teralihkan pada mata dan tawamu.
kita kemudian melakukan beberapa hal dengan berulang tanpa rencana. aku lebih sering di sebelahmu dan kamu lebih sering lagi membuatku tersipu.
aku rasa aku terlalu sering di sebelahmu sampai tidak tahu lagi rasanya kalau tidak. tapi aku mau itu dan semua yang ada padamu.
di awal pagi ini aku kembali mengingat senyummu, hobimu menaikkan alis yang selalu kubantah, wajah pura-pura sombong dan tidak peduli-mu, tawamu dengan banyak rupa dan makna, juga tatapanmu yang membuaiku selalu.
aku mengingatmu masih sangat sering di siang hari dan lebih sering lagi di malam hari. berat sekali rasanya untuk tidak memulai merangkai kata menyapamu yang ada di sana.
aku ingin sekali mendengar suara yang dengan sangat mudah membuatku lelap dengan nyenyak. yang bernyanyi dan berpuisi dengan hangat membuatku selalu terpikat.
aku sudah mendoakanmu tadi, akan terus kulakukan, lagi dan lagi, semoga.
apa aku sudah pernah bilang, aku tidak pernah suka kata terakhir dan berubah?
aku tahu dan mengerti tapi masih sering merutuki. aku ingin mendekapmu saat ini. tanpa berkata apa-apa. hanya dalam dekapmu. itu saja.
Jumat, 08 Desember 2017
Coba Jadi Aku, Aku Jadi Dia
Senin, 04 Desember 2017
hold on, EVERYONE IS ANXIOUS.
Jumat, 06 Oktober 2017
If Only
"i'm in love with her, okay?
if you're looking for the word that means caring about someone beyond all rationality and wanting them to have everything they want, no matter how much it destroys you, it's love!
and when you love someone, you just, you don't stop, ever. even when people roll their eyes or call you crazy. even then. especially then!
you just, you don't give up. because if i give up, if i could just, you know, take the world's advice and move on and find someone else, that wouldn't be love.
that would be some other disposable thing that is not worth fighting for. that is not what this is."
- Ted Mosby (s09e17 "Sunrise")
kalimat yang menurutku paling powerful dari semua kalimat yang pernah diucapkan tokoh utama sepanjang serial How I Met Your Mother.
kalimat yang menegaskan apa arti cinta bagi tokoh utama. kalimat yang menjelaskan perjuangan tanpa hentinya untuk seseorang yang masih belum bisa dia dapatkan. untuk cintanya.
andai semua kisah cinta atau romansa seperti film atau serial, ya. mungkin aku tidak perlu merasa bersalah karena tidak cukup kuat memperjuangkanmu tetap ada di hidupku. mungkin aku tidak perlu merasa sedih setiap kali merindukanmu tapi tak bisa berbuat apa-apa. mungkin. mungkin juga tidak. mungkin juga bisa sebaliknya. apalah arti sebuah mungkin.
kalau aku bilang aku paham sekali kalimat yang Ted ucapkan, mungkin kamu tidak akan percaya. aku sendiri saja juga sulit untuk percaya. karena lagi-lagi di sana ada perjuangan. ada sesuatu yang tidak berhenti dia lakukan. sementara aku, satu-satunya hal yang tidak berhenti aku lakukan hanya mencintaimu. hal lainnya sudah tidak jalan lagi. entah sejak kapan.
aku berhenti berharap, berhenti ingin berharap, berhenti bermimpi, berhenti berniat memimpikan, berhenti percaya, berhenti ingin percaya, berhenti menganggap semuanya bisa di antara kita berdua.
aku tahu kamu pasti mengerti pada kenyataannya ini tidak akan mungkin. betapapun kuatnya aku dan kamu merangkai setiap khayal yang terlalu kuat ingin kita wujudkan. maaf aku selalu kembali. maafkan juga dirimu yang selalu menyambutku kembali. kita terlalu tidak kuat untuk tidak lagi-lagi jatuh satu sama lain, tapi lebih tidak kuat lagi untuk tetap berjalan beriringan.
aku selalu menampikkan dunia jika sudah bicara menyangkut kamu. tapi kemudian ada saat di mana aku sadar bahwa aku tidak akan pernah bisa menempatkanmu sebagai duniaku. aku ingin. tapi tidak bisa.
tidak akan pernah bisa.
Selasa, 05 September 2017
"jangan ini, jangan itu, kamu perempuan"
aku baru saja selesai minum secangkir kopi hitam yang tidak tahu jenisnya apa. katanya ditanam di Tanah Datar. sekarang sore hari dan belum adzan Maghrib. mungkin sekitar 10 menit lagi.
bundaku bilang aku salah karena kalau mau minum kopi harusnya sesudah makan karena nanti makan malamku jadi tidak bernafsu kalau sudah minum kopi duluan. aku bilang tidak masalah, di perutku letak kopi dan makanan berbeda tempat (tentu saja itu cuma bikinanku, tapi ya memang tidak masalah, kok. serius!).
saat sedang menyesap kopi tadi, aku bertanya pada ayah kopi yang kuminum ini jenisnya apa, aku cuma ingin tahu saja. lagian ayah bundaku harusnya tahu kan, aku memang ingin tahu soal banyak hal (hampir semua, malah). ayah bilang gunanya apa. aku bilang aku nanti ingin jadi coffee expert sambil tertawa kecil. tentu saja aku memang ingin, tapi itu bukan prioritas utama untuk dicapai di masa depan. ayahku bilang kalau mau jadi coffee expert harus rajin traveling jadi bisa nyicip berbagai jenisnya. ya aku jawab singkat saja kalau traveling kan juga salah satu keinginanku. aku tidak mau lanjut membahas ini, aku tahu arahnya akan ke mana. intinya aku cuma mau tahu kopi ini jenis apa, kalau ayah tidak tahu ya sudah tidak apa-apa.
nah kan, benar apa kataku! bundaku langsung menimpali dan bukannya singkat tapi bicara yang panjaaaaang sekali sampai aku (yang biasanya selalu menjawab segala hal yang tidak sesuai menurutku) hanya diam saja sampai beliau menyelesaikan semua wejangannya.
aku tidak mungkin cerita dengan detail isi semua omongan beliau soalnya cuma akan membuatku kesal lagi, padahal kesalku sudah hilang. don't get me wrong, ini bukan melawan pada orang tua, kok. aku hanya merasa lelah karena kali ini tidak menyampaikan apa yang kurasa benar padahal setiap kali diomeli biasanya aku selalu menjawab.
intinya, bundaku bilang begini; "jangan sok-sok penyuka pecinta kopi, kamu itu perempuan", "jangan bangga suka kopi, tidak akan ada yang memujimu, kamu perempuan", "menurutmu bagus apa perempuan penyuka kopi? tidak ada untungnya, tidak ada gunanya", "jangan suka hal-hal yang aneh-aneh, normal-normal sajalah hidup jadi perempuan". aku mulai kesal lagi.
ya pokoknya itu intinya dari nasihat yang hampir setengah jam, kalimat-kalimat itu adalah rangkuman yang kuingat dan cukup membuatku ingin diam saja dan tidak menjawab apapun, ya karena lelah tadi.
aku sudah hampir lupa mau komentar apa saja, karena seperti yang kubilang tadi, kesalku sudah mulai hilang.
pertama, aku bukan sok-sok penyuka kopi atau cinta kopi ya. aku bukan tipe orang yang latah suka ikut-ikutan. atau anak kemaren sore yang tiba-tiba hobi nongkrong di kedai kopi supaya keliatan edgy dan sociable. aku suka kopi dari kecil. dari masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, seingatku. aku tidak suka teh kalau pakai gula. aku kalau minum teh tidak pernah pakai gula. kopi kesukaanku itu espresso. basically, aku tidak suka minuman yang manis-manis. jadi sejak pertama kali lidahku kenal kopi, aku sudah langsung jatuh cinta. ayah bundaku tahu itu kok. mereka bahkan tahu minuman favoritku dari kecil ya kopi. tapi kenapa kalimat itu keluar? ya sudahlah namanya orang tua sedang ngomel.
kedua, tentu saja aku bangga suka kopi, ya karena aku suka. sama seperti aku bangga suka Avril atau Paramore. sama seperti aku bangga suka nulis dan baca buku. sama seperti aku bangga suka mitologi Yunani. tentu saja kita bangga sama hal yang kita suka, itu kan manusiawi. aku suka hal apapun bukan supaya dipuji. aku suka ya karena aku suka. karena dengannya aku senang dan puas. peduli apa mau dipuji atau tidak. orang tuaku sangat tau itu. tapi kenapa kalimat yang keluar tadi begitu? ya sudahlah ya, namanya ngomel.
ketiga, ya menurutku bagus, karena aku kan suka. kalau aku tidak suka baru aku bilang tidak bagus. lagian coba saja googling pakai keyword "benarkah kopi bahaya untuk perempuan?" 10 hasil teratas paling cuma 2 yang bilang bahaya. sisanya adalah manfaat. bahkan di setiap artikel yang kubaca, jumlah kopi normal untuk diminum perempuan itu 1 sampai 3 gelas per hari. aku minum kopi saja tidak sesering itu, kok. paling 3x sebulan. kalau di Padang, mungkin 5 atau 6x. sebulan loh, bukan per hari. ada apa dengan bundaku malam ini? ya Tuhan aku bisa kesal lagi, nih.
keempat, apanya yang tidak normal sih dengan suka kopi? kenapa aku dibilang aneh? aku benar-benar tidak terima. lalu memangnya definisi perempuan normal itu yang seperti apa dan bagaimana sih? yang tidak suka kopi tapi sukanya latte atau green tea dengan banyak cream? yang keinginannya jadi lipstick atau foundation expert bukan coffee expert? aaa aku tidak terima sejujurnya, bagaimana ini :(
kelima, dari setiap kalimat itu, di akhirnya pasti selalu ada kata "kamu itu perempuan" seakan-akan segala hal yang kulakukan sangat salah dan hina karena aku melakukannya sebagai seorang perempuan. LAH? ini baru masalah kopi, loh. belum hal lainnya yang lebih complex. apa semua hal nanti akan ditambah "karena kamu itu perempuan" sebagai pembenaran dan penegasnya?
kejadian sebelum Maghrib tadi itu benar-benar membuatku kesal sekaligus sedih. aku tidak terima tapi aku sedang tidak punya kuasa untuk menjawab atau membantah. aku tahu tidak ada yang salah dengan yang kulakukan tadi. tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. rasanya seperti berurusan sama dosen saja. hfffff.